Laporan Praktikum Uji Kualitas Air Dengan Metode Mpn
Berdasarkan berbagai penelitian dan survei, kualitas air di Indonesia saat ini masih rendah dan belum memenuhi standar. Hal ini menjadi alasan banyak orang untuk melakukan uji kualitas air dengan metode yang tepat, yaitu Metode Jumlah Maksimum Pengamat (MPN). Metode ini digunakan untuk mengukur jumlah organisme patogen dalam air yang dapat menyebabkan penyakit. Namun, sebelum melakukan uji dengan metode MPN, ada beberapa hal yang perlu dilakukan dalam laporan praktikum uji kualitas air dengan metode MPN.
Pengumpulan Sampel Air
Hal pertama yang harus dilakukan dalam laporan praktikum uji kualitas air dengan metode MPN adalah pengumpulan sampel air. Untuk melakukan uji ini, diperlukan sampel air yang dikumpulkan dari sumber air yang akan diuji. Sampel air dapat dikumpulkan dengan berbagai cara, seperti menggunakan tabung sampel, tabung sampel steril, tabung sampel kain, dan lain-lain. Setelah mengumpulkan sampel air, sampel harus segera dianalisa untuk menghindari kontaminasi dan menjamin kualitas sampel.
Pengolahan dan Preparasi Sampel Air
Setelah mengumpulkan sampel air, langkah selanjutnya dalam laporan praktikum uji kualitas air dengan metode MPN adalah pengolahan dan preparasi sampel air. Pengolahan dan preparasi sampel air harus dilakukan dengan benar untuk mendapatkan hasil yang akurat. Beberapa langkah yang harus dilakukan dalam pengolahan dan preparasi sampel air adalah filtrasi, sterilisasi, pembuatan media, pengenceran, dan lain-lain. Setelah melakukan pengolahan dan preparasi sampel air, sampel siap untuk diuji dengan metode MPN.
Pelaksanaan Uji Kualitas Air dengan Metode MPN
Setelah melakukan pengolahan dan preparasi sampel air, langkah selanjutnya dalam laporan praktikum uji kualitas air dengan metode MPN adalah melakukan uji dengan metode MPN. Metode MPN adalah metode yang digunakan untuk mengukur jumlah organisme patogen dalam air yang dapat menyebabkan penyakit. Dalam uji ini, diperlukan alat yang disebut tabung reaksi MPN. Tabung reaksi MPN berisi media yang diformulasikan khusus untuk mengukur jumlah organisme patogen dalam air. Setelah mempersiapkan tabung reaksi MPN, sampel air yang sudah dipersiapkan dapat dimasukkan ke dalam tabung tersebut. Tabung-tabung tersebut kemudian dikocok secara sistematis dan diamati setiap 12 jam untuk melihat apakah ada organisme patogen yang tumbuh.
Pengolahan Data Uji Kualitas Air Dengan Metode MPN
Setelah melakukan uji kualitas air dengan metode MPN, langkah selanjutnya dalam laporan praktikum adalah pengolahan data uji. Data yang didapatkan dari uji ini harus diolah dengan benar agar hasil yang didapatkan akurat. Data yang didapatkan dari uji kualitas air dengan metode MPN dapat diolah dengan berbagai cara, seperti menggunakan tabel, grafik, dan lain-lain. Setelah data diuji dan diolah, hasil dari uji kualitas air dengan metode MPN dapat diketahui.
Simpulan dan Saran
Setelah melakukan laporan praktikum uji kualitas air dengan metode MPN, berikut adalah simpulan dan saran yang dapat disampaikan. Pertama, hasil uji kualitas air dengan metode MPN dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan kualitas air. Kedua, pengumpulan sampel air, pengolahan dan preparasi sampel air, dan pelaksanaan uji kualitas air dengan metode MPN harus dilakukan dengan benar agar hasil yang didapatkan akurat. Ketiga, pengolahan data uji kualitas air dengan metode MPN harus dilakukan dengan benar agar hasil yang didapatkan akurat. Dan terakhir, kualitas air harus selalu dijaga agar kesehatan masyarakat terjamin.
Itulah laporan praktikum uji kualitas air dengan metode MPN. Uji kualitas air dengan metode MPN merupakan cara yang baik untuk mengetahui kualitas air sebelum air tersebut digunakan. Dengan demikian, kualitas air dapat dijaga dan dipertahankan agar tidak menyebabkan penyakit pada masyarakat. Untuk informasi lebih lanjut tentang laporan praktikum uji kualitas air dengan metode MPN, silakan kunjungi Genevizion.
Posting Komentar untuk "Laporan Praktikum Uji Kualitas Air Dengan Metode Mpn"